Tag Archives: Gairah Seks

12 Fakta Gairah Seks Pria, di No 9 Jangan Terkejut !

12 Fakta Gairah Seks Pria, di No 9 Jangan Terkejut !

12 fakta gairah seks pria, di no 9 jangan terkejut dan jangan heran jika Anda para wanita melihat prianya selalu bersemangat jika diajak untuk bercinta. Karena, dengan penjelasan berikut ini tentang fakta pria dan gairah seksual mereka mungkin Anda akan terkejut.

1. Pria pasti akan bersemangat sekali jika pasangan wanitanya mengajak untuk melakukan hubungan intim, gairah seks pria yang tinggi tersebut disebabkan oleh nilai atau kadar testoteron yang tinggi lebih dari pada yang dimiliki hormon wanita. Faktanya, seorang pria mampu menghasilkan hormon testoteron 20 kali lipat lebih banyak ketimbang dengan wanita. Itu sebabnya, Anda jangan heran jika pria memiliki gairah seks yang tinggi.

2. Menurut penilitan di Kinsey institut AS, 14% pria suka memikirkan tentang seks, bahkan beberapa kali dalam sehari. Namun, penelitian yang mengejutkannya adalah, ternyata wanita yang memiliki fikiran mengenai seks lebih tinggi dari pada pria, yakni 19% wanita memikirkan seks setiap hari atau beberapa kali dalam sehari. Namun kenapa selalu pria yang selalu di nilai suka seks, perbedaanya adalah karena wanita cenderung malu-malu dan terbebani oleh norma sedangkan pria lebih berani untuk mengekspresikannya.

Baca juga: Obat pembangkit gairah seks pria

3. Fakta ini mungkin Anda juga fikirkan. Sebagian besar pria ternyata ingin selalu melakukan hubungan seks setiap hari (7 kali dalam seminggu), namun sebetulnya 3 kali saja itu sudah cukup.

4. Pria gampang sekali terangsang atau tuned on ketika mencium aroma tubuh wanita selepas mandi dan menjelang masa menstruasi, itu adalah sugesti natural dari manusia.

5. Libido pria sangat stabil dan tidak bergantung pada lamanya suatu hubungan, karena tingkat libido didapat dari nutrisi apa yang kita makan. Jadi tidak benar jika ada yang berpendapat bahwa akan bosan jika berhubungan dengan pasangan yang itu-itu saja.

6. Patut Anda pelajari bahwa pria yang tidak merokok ternyata cenderung lebih aktif untuk berhubungan seks dan akan memiliki kepuasan lebih dibanding dengan pria yang perokok.

7. Ukuran rata-rata organ vital setelah ereksi adalah 12-15cm, dan jika dalam keadaan normal hanya 7-9cm.

8. Mungkin kebanyak pria akan lebih percaya diri jika memiliki ukuran penis yang besar dan panjang, namun kenyataannya tidak. Menurut kebanyakan orang, hanya tergantung kepada bagaimana caranya kita untuk memuaskan seseorang. Dan akan lebih baik jika ukuran penisnya sesuai dengan tubuhnya.

9. Ada yang berpendapat bahwa ukuran penis pria akan tergantung pada kondisi berat badan. Jika kondisi berat badan pria turun sampai 15kg, maka ukuran penis pria tersebut akan bertambah panjang sekitar 2,5cm

10. Ternyata penis akan bangun dengan sendirinya sebanyak 4-5 kali ketika sedang tertidur. Dan itu akan terus terjadi sebagai langkah menyeimbangkan darah di dalam tubuh. Jika itu tidak terjadi maka akan terjadi ketidak normalan pada organ vital pria.

11. Apakah Anda pernah memikirkan, seberapa cepat ejakulasi pada pria, kira-kira sekitar 45km/jam.

12. Pemakaian kondom ternyata dapat mempengaruhi nilai sensitivitas pada pria, sehingga dapat melakukan penetrasi lebih lama dari pada biasanya, namun ada juga yang berpendapat akan kurang nikmat jika menggunakan kondom. Itu tergantung pada Anda sendiri, namun jika Anda sering melakukan hubungan intim dengan berganti-ganti pasangan, gunakanlah kondom untuk keamanan.

Jika Anda ingin lebih kuat tahan lama dan ingin memuaskan pasangan perempuan, cobalah untuk mengonsumsi obat kuat pria yang terbuat dari bahan herbal. Mengapa bahan herbal, karena bahan herbal adalah alternatif terbaik untuk meminimalisir terjadinya efek samping berbahaya.

Pilihlah obat herbal yang sudah memiliki legalitas resmi BPOM supaya terjamin keasliannya. Informasi lebih lengkap mengenai obat kuat gairah seks pria yang terbuat dari bahan herbal dan berlegalitas, silahkan klik -> Obat gairah seks pria.

Apa Benar, Gairah Seks Yang Menurun Bisa Sebabkan Depresi ?

Apa Benar, Gairah Seks Yang Menurun Bisa Sebabkan Depresi ?

Apa benar, gairah seks yang menurun bisa sebabkan depresi ? – Bagi pria dan wanita, hubungan seksual adalah hal yang sangat penting untuk mempertahankan kemesraan dan keharmonisan dalam hubungan rumah tangga. Selain itu, apa-apa yang bersangkutan dengan aktivitas seksual dapat mempengaruhi mood dan kondisi fisik setiap orang.

Apa Benar, Gairah Seks Yang Menurun Bisa Sebabkan Depresi ?

Mungkin Anda tidak akan menyangka, tingkat gairah seksual dapat mempengaruhi kesehatan psikologis dan emosi manusia. Penelitian kali ini telah menunjukkan bahwa depresi pada pria dapat dikaitkan dengan tingkat testosteron yang rendah. Hormon ini adalah hormon yang mempengaruhi nafsu seks pria.

Baca juga: Cara efektif meningkatkan gairah seksual pria

Penelitian ini telah melibatkan 200 orang pria dengan rata-rata usia 48 tahun. Hasil penelitian itu, hampir setengah dari pria memiliki kadar testosteron rendah dan telah secara resmi didiagnosis dengan depresi baik oleh dokter yang ternyata menunjukkan tanda-tanda depresi. Sebanyak 25 persen dari mereka telah menjalani perawatan dan minum obat.

Tingkat testosteron yang rendah mempengaruhi depresi pria karena hormon ini berperan dalam produksi sperma, nafsu seks, bulu wajah, jaringan otot, dan struktur tubuh. Jadi, jika tingkat hormon ini tidak seimbang, ia akan berpotensi menciptakan masalah mental. Tingkat produksi testosteron ini memuncak di zaman remaja dan perlahan-lahan akan terus menurun setelah usia 40 tahun.

Data dari penelitian menemukan bahwa pria yang depresi atau stres karena tingkat testosteron yang rendah juga dapat berisiko obesitas, masalah ereksi (penis tidak keras), mudah loyo, dan juga gangguan tidur. Tingkat stres peserta berfluktuasi antara 62 sampai 65 persen berdasarkan umur kelompok, umur yang lebih tua ternyata mengalami depresi yang lebih parah.

Jadi apa benar, gairah seks yang menurun bisa sebabkan depresi ? para peneliti mengakui bahwa harus lebih banyak penelitian yang dilakukan mengenai masalah ini. Mereka berpendapat, korelasi antara depresi dan testosteron yang rendah mungkin masih bisa dibantu dengan terapi.